Kamis, 24 Mei 2018

Peristiwa Proklamasi Kemerdekaan dan Maknanya Bagi Kehidupan Sosial



Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945, dan sekarang sudah merdeka selama 72 tahun lamanya. Namun taukah kamu peristiwa-peristiwa yang ada saat Indonesia berjuang untuk meraih kemerdekaannya? Jika belum, disini saya akan menjelaskannya kepada anda secara singkat. Selamat membaca J


 A. JEPANG MENYERAH TANPA SYARAT

Indonesia dapat merdeka karena sedang mengalami kekosongan kekuasaan. Ingatkah kamu bahwa Jepang dikalahkan oleh Amerika Serikat dengan menggunakan bom yang diledakkan di kota Nagazaki dan Hirosima?. Dalam keadaan itu Jepang menyerah tanpa syarat terhadap Amerika Serikat. Sehingga 3 hari sebelum Indonesia merdeka, Indonesia mengalami kekosongan kekuasaan yang dapat dimanfaatkan oleh pihak Indonesia.



Namun taukah kamu, bahwa saat ingin menentukan Indonesia merdeka terdapat perselisihan antara golongan tua dan golongan muda?. Golongan tua merupakan anggota PPKI yang dinaungi pula oleh pihak Jepang, jadi segala sesuatu yang dilakukan Indonesia menurut golongan tua itu harus dimusyawarahkan terlebih dahulu, dan telah disepakati bahwa Indonesia akan merdeka pada 24 Agustus 1945
Berbeda dengan golongan muda, golongan muda berpendapat bahwa Indonesia ingin merdeka itu diluar Jepang dan merupakan hak serta permasalahan Indonesia sendiri. Sehingga golongan muda melakukan penculikan terhadap Soekarno untuk melakukan pendesakan untuk mempercepat kemerdekaan. Soekarno ditempatkan di daerah Rengasdengklok yang jauh dari jangkauan orang banyak. Golongan muda tidak akan melepaskan Soekarno apabila tidak mempercepat kemerdekaan. Sementara itu, golongan tua meminta Soekarno dikembalikan ke Yogyakarta, karena posisinya saat itu sangat ricuh.


 Golongan tua yang bernama Ahmad Subarjo mengajak golongan muda bernama Wikana untuk berdiskusi menentukan tanggal kemerdekaan yang tepat. Akhirnya kemerdekaan disepakati pada tanggal 17 Agustus 1945. Akhirnya naskah proklamasi disusun dirumah Laksamana Tadasi Maeda  dan dilaksanakan pada pukul 10:00 WIB,yang diketik oleh Sayuti Melik.






B. DUKUNGAN DARI MASYARAKAT


Rakyat pun mendukung terhadap terlaksananya proklamasi tersebut. Pada tanggal 18 Agustus 1945 Sultan Hamengku Buwono IX dari kesultanan Yogyakarta mengirim telegram ucapan selamat atas kemerdekaan Indonesia. Pada tanggal 5 September 1945 Sultan Hamengku Buwono IX menyetakan bahwa Yogyakarta Hadiningrat merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dukungan daerah lainya diwujudkan dengan pembentukan pemerintahan dan Komisi Nasional Indonesia setempat. Pemerintahan Republik Indonesia di Semarang terbentuk pada 19 Agustus 1945, Surabaya pada 3 September 1945, dan Bogor awal Oktober 1945. 


C. MAKNA KEHIDUPAN BANGSA INDONESIA BIDANG SOSIAL




Bagi masyarakat, dampak dari proklamasi sangat membuat mereka terbebas dari peperangan, mengapa? Karena proklamasi sebagai puncak perjuangan bangsa Indonesia, proklamasi menjadi pintu gerbang menuju masyarakat yang adil dan makmur, karena selama peperangan dan selama dijajah, masyarakat Indonesia diperlakukan sangat tidak adil, seolah-olah mereka adalah budak boneka yang dapat dipermainkan di negera sendiri.


Semasa penjajahan  Belanda 350 tahun, masyarakat Indonesia ditempatkan pada golongan kasta yang sangat rendah, sedangkan tertinggi adalah bangsa Belanda itu sendiri. Masyarakat hidup dengan penuh derita dan merasakan adanya ekspoitasi besar-besaran yang disebut kerja rodi.



Berbeda dengan masa penjajahan Jepang, justru masyarakat Indonesia ditempatkan di kasta tertinggi, namun tidak menjamin kesejahteraan masyarakat Indonesia, justru saat Jepang berada di Indonesia terjadi eksploitasi seks besar-besaran yang terorganisir (Jugun Ianfu). Jugun Ianfu adalah tenaga kerja perempuan untuk dijadikan penghibur bagi tentara Jepang, dan mereka dipaksa dan diharuskan untuk menjadi Jugun Ianfu.

Jepang menjajah Indonesia lebih singkat dibandingkan dengan Belanda, hanya 3,5 tahun, namun kesengsaraan lebih terasa bagi masyarakat Indonesia, mengapa? Karena Jepang melakukan kebijakan tenaga kerja romusha, pengerahan kerja romusha merupakan sebuah paksaan. Semua dipaksa untuk bekerja sepanjang hari, tanpa diimbangi upah dan fasilitas hidup yang layak. Akibatnya banyak dari mereka yang meninggal karena kelelahan.


Sampai sekarang makna atau dampak dari proklamasi masih dirasakan oleh warga Negara Indonesia, mengapa?. Masyarakat sekarang sudah cukup makmur dibandingkan jaman Soekarno, contohnya saja sekarang sudah ada orang terkaya dan orang termiskin, bahkan sudah banyak masyarakat Indonesia yang membuka lapangan usahanya sendiri, bukan lagi menjadi budak. 

Pekerjaan pun sudah lebih layak lagi dibandingkan jaman penjajahan Jepang, sekarang sudah ada yang menjadi guru, pegawai bank, pegawai negeri, dan lain sebagainya. Kehidupan masyarakat pun sudah dapat ditentukan dirinya sendiri, tanpa paksaan dari pemerintah. Tidak ada lagi pembedaan kasta dari pemerintah, sudah ada hukum nasional yang diberlakukan dinegara kita, dan bekerja hanya diperbolehkan 8 jam sehari.

Begitulah perjalanan kisah kemerdekaan Indonesia yang bisa saya bagikan, kiranya dapat menambah informasi bagi pembacanya J

D. REFLEKSI PRIBADI

Sejatinya kemerdekaan sudah menjadi hak setiap warga Negara Indonesia yang harus dijunjung tinggi sebagai sikap hormat terhadap harkat dan martabat manusia menjadi suatu upaya dalam memelihara keutuhan bangsa. Memelihara keutuhan Negara sangat lah penting, karena apabila kita tidak memelihara apa lagi menjaga itu akan menimbulkan perpecahan, seperti yang baru saja terjadi pengeboman dikota Surabaya, itu bisa terjadi karena tidak adanya satu pandangan pancasila yang sama sebagai warga Negara Indonesia. Melalui kejadian tersebut, mengajarkan saya betapa pentingnya bersekolah untuk mendapatkan paham dan pemikiran yang sama dengan tujuan negara dan agama. Pelaku pengeboman justru orang-orang yang berpendidikan tinggi, namun tidak memiliki pandangan dan paham yang sama dengan negara dan agama, dan bagaimana dengan masyarakat diluar sana yang tidak bersekolah? Bisa saja mereka lebih memiliki moral dan agama yang baik, ataupun bisa juga mereka menjadi bibit-bibit yang akan mendapatkan paham dan pandangan yang berbeda dengan tujuan negara dan agama. 

E. SUMBER

kehidupan bangsa Indonesia masa penduduk Jepang. (2017). Dipetik Mei 24, 2018, dari ruang guru_: https://blog.ruangguru.com/search?search=kehidupan+bangsa+indonesia+masa+penduduk+jepang

kondisi, keadaan Indonesia pasca / sesudah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945. (2013, desember 1). Retrieved Mei 24, 2018, from rinaldy virgiawan: http://rinaldyvirgiawan99.blogspot.co.id/2012/09/kondisi-keadaan-indonesia-pasca-sesudah.html

(2016). proklamasi kemerdekaan sebagai penegakan hak bangsa indonesia. In W. D. Ririn Darini, Buku siswa Sejarah Dunia (pp. 287-296). Klaten: Cempaka Putih.



Senin, 07 Mei 2018

CONTOH SUSUNAN PROGRAM


PENGABDI GARUDA

unnamed.png


Disusun oleh :
Ajeng Devi Astuti
XI IPS
2017 – 2018
SEKOLAH LENTERA HARAPAN BANJAR AGUNG
KAB. TULANG BAWANG

 


Daftar Isi



Latar Belakang

Saya rasa masih banyak diantara kita yang tidak mengetahui arti dari lambang Negara kita sendiri yaitu Burung Garuda, maka dari itu disini saya akan mengawalinya dengan penjelasan Burung Garuda itu sendiri. Burung Garuda menggambarkan kekuatan dan kebesaran, Artinya filosofi dari gambar Burung Garuda adalah negara Indonesia yang kuat dan besar dengan tujuan menjadi bangsa yang terus kuat dan besar pula. Burung Garuda pada lambang negara digambarkan dengan warna keemasan, hal tersebut melukiskan kejayaan dan keagungan Bangsa Indonesia masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang. Sayap, paruh, cakar, dan ekor Burung Garuda yang kokoh nan kuat menggambarkan serta  melambangkan tenaga dan kekuatan pembangunan yang dilaksanakan Bangsa Indonesia. Jumlah sayap Burung Garuda kanan dan kiri masing-masih adalah 17, jumlah bulu ekor Burung Garuda 8, jumlah bulu di bawah perisai 19, dan jumlah bulu pada leher Burung Garuda kalau dihitung berjumlah 45. Sengaja dibuat demikian untuk menggambarkan dan mengingat Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang dilaksanakan pada tanggal 17 bulan 08 tahun 1945.
Melalui organisasi Pengadbi Garuda yang akan di terapkan di Sekolah Lentera Harapan Banjar Agung, akan mengajak serta merubah sikap para siswa dan siswi yang dahulunya tidak menerapkan norma-norma kesopanan yang berlaku, tidak bertanggung jawab atas fasilitas sekolah, bermain-main saat pengibadan sang bendera merah putih, para petugas upacara yang tidak atau belum terlatih dengan baik, kurangnya sikap nasionalisme yang disebabkan oleh tidak dilaksanakannya hari-hari besar nasional seperti Hari Kartini dan Sumpah Pemuda. Dengan terlaksanakannya organisasi Pengabdi Garuda di Sekolah Lentera Harapan Banjar Agung akan banyak mengajarkan sesuatu hal kepada para siswa dan siswi, salah satunya norma-norma kesopanan. Norma kesopanan sangatlah penting untuk kehidupan sosial, masyarakat luar tidak akan mementingkan kepintaran mu, melainkan sikap mu, karena ketika kamu sedang berbincang-bincang dengan orang sekitar ia tidak akan mungkin bertanya “berapa IQ mu?” atau pun “berapa nilai matematika mu?”.
Tentu saja untuk berpengaruh kepada siswa dan siswi itu cukup sulit, maka dari itu organisasi ini akan melakukannya dengan cara membuat program-program yang langsung face to face, yang berguna untuk mengetahui mana saja anak-anak yang sulit untuk ditangani, karena senakal apa pun siswa atau siswi, mereka tetaplah murid yang dititipkan orang tua kepada sekolah.
Penerus bangsa Indonesia ialah para pelajar, seperti kutipan dari Bapak Jokowi “untuk mengejar AS pada tahun 2045, generasi muda tidak boleh cengeng dan manja, harus tahan banting, tahan uji, tidak malas. Lupakan itu semua kalau ingin menjadi negara besar dan kuat”.
Maka dari itu disini saya akan membuat suatu organisasi di tingkat SMA yang bernama Pengabdi Garuda, sebagai tempat atau wadah sarana bagi pelajar yang ingin menjaga keutuhan bangsa Indonesia.


 

Tujuan Pembentukan


Saya Pembina Garuda yang bertanggung jawab atas organisasi ini memiliki visi dan misi :
1.      Membentuk karakter / jiwa yang tegas, tanggap nan berani
è Dengan cara latihan melalui PBB, karena itu dianggap akan melatih ketegasan, keberanian  serta ketangkasan sebagai peserta untuk melakukan apa yang diperintahkan oleh pempimpin barisan.
2.      Membentuk sikap yang bertanggung jawab terhadap diri sendiri maupun lingkungan
è Dengan cara mewajibkan untuk mandi 2x sehari sebagai tanda cinta diri
3.      Membentuk rasa cinta tanah air yang harus diaplikasikan didalam hidupnya
è Dengan cara memberikan sebuah materi pembelajaran yang nyata ada di Indonesia, baik dari segi keindahan, keburukan, hal-hal yang positif maupun negative.


Struktur Organisasi


 















Program Organisasi


A.    Naik Turun (1x dalam 1 tahun)
è Tujuan                               : untuk melatih ketegasan, keberanian serta ketangkasan                                                 sebagai peserta untuk melakukan apa yang diperintahkan                                                     oleh pempimpin barisan.
è Gambaran                          : siswa dan siswi kelas X sampai XII (semester satu) dibagi                                menjadi berkelompok, setiap kelompok berjumlah 15                                                            orang( pemilihan acak). Kemudian akan ada 2                                                                pemimpin dari Pengabdi Garuda untuk mengatur                                                                berjalannya kegiatan naik turun atau dikenal dengan PBB.                                                        Kegiatan yang dilakukan adalah naik turun dan membentuk                                               sebuah formasi yang akan ditampilkan pada tenda malam.
è Waktu dan Pelaksanaan    : akan dilakukan pada pukul 08:15 AM s/d 10:00 dan akan                                            dilaksanakan pada tanggal 01 July 2018 s/d 05 Agustus                                                 2018 (1 minggu 5x latihan)
B.     Tenda Malam (1x dalam 1 tahun)
è Tujuan                               : untuk mengaplikasikan sikap ketegasan, keberanian serta                                              ketangkasan saat berlatih di naik turun, dan menguji sikap                                              tanggung jawab terhadap diri sendiri maupun lingkungan                                                     (buang sampah ditempatnya) dan yang terakhir adalah                                                   menampilkan sikap atau kemampuan sebagai tanda cinta                                                   Indonesia
è Gambaran                          : akan menginap disekolah selama 2 hari 1 malam. Hari                                                   pertama, semua anggota Tenda Malam menyiapkan tempat                                           tidur dan makan siang, kemudian setiap kelompok                                                          mendapatkan jadwal yang telah dibuat oleh Pengabdi                                                          Garuda. Hari kedua, anggota Tenda Malam mendapatkan                                                            kegiatan cinta alam (jalan-jalan serta nonton video alam)                                                        kemudian latihan naik turun (individu kelompok) kemudian                                         saat kegiatan naik turun kurang lebih akan ada 4 kelompok,                                                 jadi setiap kelompok wajib menampilkan kemampuan nya                                              saat berlatih di nik turun (formasi)
è Waktu dan Pelaksanaan    : waktu hadir ditempat 10:00 AM dan akan dilaksanakan                                               pada tanggal 16 agustus 2018 s/d 17 Agustus 2018.
C.     Seminar seluruh pelajar SMA Tulang Bawang “katanya penerus, kok tidak berjuang?”
è Tujuan                               : Untuk mengenang jasa para pahlawan, serta                                                                  meningkatkan rasa nasionalisme sebagai pelajar yang pada                                             dasarnya adalah penerus bangsa Indonesia. Dilakukan                                                          karena sehabis Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus,                                                          sebagai tanda syukuran.
è Gambaran                          : Dari pihak sekolah Lentera Harapan akan memberikan                                                  surat undangan kepada sekolah-sekolah lainnya untuk                                                          menghadari acara. Acara akan dilaksanakan dibagian aula                                                          Lentera, pembicara didatangi dari pilihan pihak sekolah                                                    Lentera. Penghibur acara akan disediakan pementasan                                                         suara dari tim vocal Lentera.
è Waktu dan Pelaksanaan    : Waktu pelaksanaan pada pukul 08:00 – 10:00 A.M dan                                                akan dilaksanakan pada tanggal 18 Agustus 2018





A.    Sumber            : -
Jumlah             : -
Tujuan             : -

B.     Sumber            : Dana dari pihak sekolah Senior Lentera Harapan
Jumlah             : Rp.500.000;
Tujuan             : Untuk membeli minuman Grand gelas sebanyak 3 dus
            : Untuk membeli bola lampu berwatt rendah sebanyak 4

C.     Sumber            : Dana dari pihak sekolah Senior Lentera Harapan
Jumlah             : Rp.1.000.000
Tujuan             : Untuk membeli snack ringan sebanyak 150 bungkus, minuman Grand                               gelas sebanyak  5 dus



Penutup


Saya harap dengan terbentuknya organisasi ini akan menjadikan siswa atau siswi yang menjadi tangguh dan pantang menyerah, ditambah lagi dengan adanya kegiatan-kegiatan yang diadakan semoga menambah wawasan dan dapat merubah pola pikir para pelajar yang awalnya membenci Indonesia, menganggap Indonesia sebelah mata berubah menjadi ingin menjadi pelaku utama dari bangkitnya Indonesia dimasa yang akan datang.