Senin, 07 Mei 2018

Bayi Tabung : Pengertian, Dampak, Tahapan


BAYI TABUNG

unnamed.png


Disusun oleh :
Ajeng Devi Astuti
XI IPS
2017 – 2018
SEKOLAH LENTERA HARAPAN BANJAR AGUNG
KAB. TULANG BAWANG

                Bayi Tabung atau Fertilasi In Vitro merupakan suatu proses pembuahan sel telur oleh sel sperma diluar tubuh sang wanita. Bayi Tabung juga merupakan pemanfaatan teknologi dibidang kesehatan, sudah banyak para kalangan orang tua yang melakukan hal ini, seperti Inul Naratista, Tya Ariestya, dan April Jasmine. Setelah saya mengumpulkan informasi, ternyata  ada lima alasan mereka melakukan Bayi Tabung yang pertama, karena adanya masalah pada saluran telur yang tidak berfungsi dngan baik, sehingga tidak memungkinkan terjadinya pertemuan antara sel telur dengan sperma, sehingga pembuahan tidak terjadi. Kedua, karena adanya masalah pada sperma, yang dikarenakan jumlah sperma yang sangat dikit (<10juta/cc), sperma tidak bergerak, dan sperma tidak keluar bersama air mani (Azoospermia). Ketiga, karena adanya masalah Endometriosis berat, dimana kelenjar dinding Rahim tumbuh abnormal. Keempat, karena adanya masalah Undexplained Intertility (ketidak suburan), pada masalahn ini sebenarnya pembuahan normal bisa dilakukan, namun tak kunjung berhasil karena tidak diketahui apakah sperma dapat bertemu sel telur atau sprema dapat menembus sel telur untuk melakukan pembuahan. Kelima, karena adanya masalah Antibodi Antisperma suami tehadap istri atau adanya Antibodi sperma itu sendiri (sperma seperti memakai helm sehingga tidak dapat menembus sel telur).
                Namun jangan bayangkan seseorang yang sudah melakukan proses Bayi Tabung ini akan langsung merasakan kebahagian, karena  Bayi Tabung juga memiliki dampak posotif dan negative yang harus dipikirkan terlebih dahulu. Dampak positif itu berupa membantu pasangan segera memiliki keturunan, membantu sang ibu segara merasakan kehamilan dan membantu kedua orang tua untuk mendapat anak kembar (jika berhasil). Jika kita sudah mengetahui dampak positif, pasti itu akan segara membuat kedua orang tua untuk segera melalukan proses Bayi Tabung, namun kedua orang tua harus mengetahui dampak negative nya juga yaitu, biaya yang cukup mahal namun tidak menjamin keberhasilan, dapat menyebabkan terjadinya anak gandeng (kembar siam) dan masalah pendonoran sperma yang bukan milik suami sahnya.
Setelah mengetahui dampak positif dan negative semoga kedua orang tua dapat mempertimbangkan kembali untuk melakukan Bayi Tabung. Jika kedua orang tua tetap ingin melakukan proses Bayi Tabung, kedua orang tua harus mengetahui cara kerja terhadap sistem produksi. Tahap pertama orang tua pergi ke rumah sakit yang menyediakan proses bayi tabung, dokter akan melakukan seleksi pasien guna untuk mengetahui orang tua itu layak atau tidak melakukan Bayi Tabung. Tahap kedua Stimulasi atau merangsang indung telur, guna memastikan banyaknya sel telur, secara alami sel telur hanya satu. Namun untuk Bayi Tabung perlu dari satu sel telur untuk memperoleh embrio. Tahap ketiga pemantauan pertumbuhan Folikel (cariran berisi sel telur di indung telur) guna untuk melihat apakah sel telur sudah cukup matang. Tahap ke empat mematangkan sel telur dengan cara menyuntikkan obat agar siap panen. Tahap ke lima pengambilan sel telur untuk diproses dilaboratorium. Tahap ke enam pengambilan sperma suami, jika tidak ada masalah, pengambilan dilakukan lewat mastrubasi. Jika masalah, pengambilan langsung dari zakar melalui operasi. Tahap ke tujuh pembuahan atau fertilasi, didalam media kultur dilaboratorium, hasilnya embrio. Tahap ke delapan transfer embrio kembali ke dalam rahim agar terjadi kehamilan setelah embrio terbentuk. Tahap ke sembilan penunjang fase luteal untuk mempertahankan dinding rahim, dokter member obat untuk mempertahankan dinding rahim ibu agar terjadi kehamilan. Tahap ke sepuluh proses simpan beku embrio untuk kehamilan selanjutnya.
Terbentuknya menjadi bayi atau tidak itu bergantung dengan kehendak Allah, manusia hanya bisa berencana dengan sedemikian rupa namun jikalau Allah tidak mengizinkan itu tidak akan terjadi. Menurut saya benar atau tidak nya untuk melakukan proses bayi tabung adalah benar jika dilakukan dengan procedure yang benar, yaitu tidak mengguankan sperma orang lain atau biasa disebut dengan bukan suaminya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar